Gadis Berambut Ikal

Gadis Berambut Ikal
Gadis Berambut Ikal

disebuah tempat duduk yang sempit, ada sesosok wanita sedang termangu, menunggu, dan akan selalu begitu, tampak jari-jari lentiknya memainkah sekotak tuts-tuts keyboard, aku memandangnya dari kejauhan, terus tersenyum semabri sesekali melihat sekitarku, entah apa yang dia lakukan sampai dia lupa akan kehadiranku, sesekali dia tersenyum, termenung dan tak jarang pula dia meletakkan tangannya untuk menopang dagunya yang sedikit lebar itu. pagi ini aku melihatnya lagi, entah apa yang membuatku ingin selalu memparhatikannya, dengan semua ?angan nakalku?.

hari berikutnya aku datang menemuinya, kali ini aku tak melihatnya dari kejauhan, dan aku beranikan diri untuk masuk dan menemuinya, memandangnya lebih dekat, tetap hanya senyum yang kudapat, kutatap lekat mata sipitnya, alis yang tak begitu indah tapi cukup menarik untuk kupandangi tanpa bosan, dan rambutnya yang sedikit ikal membuatku tersenyum geli serta titik hitam yang selalu berada di atas bibir tebalnya yang membuatku penasaran, terlihat beda dan sangat membuatku tak tahan.

Oh.. Gadis berambut ikal, engkau membuatku penasaran, bathinku?

kumulai berkata

maaf adakah tempat untuk saya mba?, dengan suara lemah lembut, aku memberanikan diri untuk berkata padanya, dan lagi-lagi hanya sebuah senyuman yang kudapat, dengan anggukan kecil dia menjawabku sesaat, aku hanya tersenyum kecut, dan berlalu dihadapannya, tapi aku menyimpan mau yang keras di benakku, mendapatkan sesuatu darinya.

satu.. dua? tiga.. tiga jam berlalu, aku pun mulai keluar dengan semua rencanaku, yang sudah kumatangkan dan siap untuk kujalankan,

Mba saya mau ngeprint? begitu kataku padanya,

owh iya mas, ? begitu katanya yang baru aku dengar, mulai kulirik ?dia?, kuperhatikan letak-letaknya, ketika gadis itu membungkuk untuk menancapkan Flasdisk ke CPU bagian belakang, entah apa yang mendorong tanganku untuk melakukannya, secepat kilat, kurang dari 20 detik, dan Si mba udah keluar dari kolong meja, karena tempatnya yang memang di bawah meja.

ini mas printnya, sambil tersenyum dia melihatku sekali lagi, dengan hati ?tak bersalah sedikitpun? telah apa yang aku lakukan barusan terhadapnya, akupun berlalu dengan ?senyuman mautku?, Trimakasih .. ucapku lirih sampai mungkin dia tak dapat mendengarnya.

dan sekali lagi aku memandangnya dari jauh, Maafkan aku Gadis.. Aku tak tau apa yang kau rasakan setelah aku mengambil sesuatu dari dalam tas kerjamu, aku tak tau apa isinya, yang pasti dan yang aku tau, aku butuh dompetmu, kupelajari suasanamu, ku gambar sketsa tindak-tandukmu, dan inilah rencanaku, yang selalu menjadi kebiasaanku, aku memang tak bermoral, tapi aku juga menyalahkanmu, kenapa kamu begitu bodoh menaruh barang berhargamu dengan tak mempedulikannya, dan menganggap aku baik.

Itulah kesalahanku, terlalu gampang percaya terhadap seorang yang mempunyai ?senyuman maut?, kemaren temenku kehilangan STNK-nya, dan hari ini aku kehilangan STNK-ku, sungguh memang kami yang ceroboh atau memang kami telah diuji Oleh sang maha kuasa, sungguh air mata ini mengalir begitu ders sampai aku tak sanngup membandungnya, Tampang berwibawa, baik, dan tak ada sedikitpun kelihatan tak bermoral, bukan berarti dia punya hati yang baik pula.

Berhati-hatilah kawan dengan orang disekitarmu, aku hanya mengambarkan diriku saat ini, mungkin itulah Strategi seorang ?Penjahat?, terhadap mangsanya, dan yang lebih parah, aku tak tau siapa yang mengambil Uang beserta STNK-ku, semoga ini menjadi pelajaran yang tak akan aku ulangi lagi dalam hidupku, selalu berhati-hati dan tak Ceroboh.

Selamat pagi sobat, pagi kedua yang sangat menyedihkan 🙁 , tetep semangat dan Berhati-hatilah dengan orang disekitar anda, bisa jadi, dia mempunyai niat yang ngga baik terhadap anda, Happy Blogging ya.. 🙂 !!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*